Press "Enter" to skip to content

7 Mitos Pertanda Penyakit Jantung yang Ternyata Keliru

Serangan jantung adalah salah satu penyakit yang tak sedikit dialami masyarakat. Tak mengherankan apabila beredar persepsi keliru terkait penyakit ini.

Pada praktiknya, pandangan yang keliru terkait penyakit jantung tak jarang menyulitkan penanganannya. Apa saja mitos seputar penyakit jantung yang tak jarang beredar di masyarakat? Dokter spesialis jantung Munawar memberbagi berbagai panduan.

1. Telapak tangan tak jarang berkeringat
Munawar membahas pendapat ini belum terbukti dengan cara ilmiah. Tak ada penelitian yang menyatakan hubungan antara tangan yang mudah berkeringat dengan penyakit jantung.

2. Serangan jantung hanya terjadi pada usia lanjut
Ini adalah salah satu mitos yang jauh dari kebenaran. Faktanya, Munawar justru tak jarang menangani pasien yang berumur di bawah 40 tahun. Menurutnya, serangan jantung dapat diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia. Dirinya pun menyarankan supaya meperbuat pemeriksaan dengan cara berkala sejak memasuki usia 25 tahun.

3. Serangan jantung mudah dideteksi
Ada argumen mengapa jantung menjadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia, yang menyebabkan setidaknya 17 juta kematian setiap tahun. Munawar membahas salah satu faktornya adalah serangan jantung dapat datang tiba-tiba tanpa gejala apapun.

Hal ini dapat terjadi sebab pecahnya bisul pembuluh darah kecil yang tak terkesan melewati pemeriksaan elektrokariogram (EKG) alias pun tes treadmill. Plak-plak tersebut hanya dapat dideteksi melewati multi slice CT (MSCT). “Jadi dapat dibilang serangan jantung justru tak mudah dideteksi,” ujarnya.

4. Terlalu tak sedikit minum kopi dapat menambah risiko sakit jantung
Kandungan kafein dalam kopi terbukti dapat menambah irama detak jantung. Tetapi, faktor ini tak lumayan untuk menambah risiko penyakit jantung

5. Penyakit jantung adalah penyakit keturunan
Faktanya, penyakit jantung tak menurun. Walau demikian, faktor risiko keluarga masih wajib diperhatikan. “Selama menjalani nasib sehat dengan tak merokok, berolahraga teratur, menjaga asupan makanan, serta mengatur kadar gula serta kolesterol, risiko serangan jantung terus kecil,” jelasnya.

6. Tak jarang begadang dapat mengdampakkan serangan jantung
Pendapat ini tak sepenuhnya keliru. Munawar membicarakan kebiasaan tidur larut menjadi faktor yang mempertinggi risiko penyakit jantung. Suatu penelitian di Universitas Airlangga sempat menemukan 30 persen orang yang mengeluhkan masuk angin adalah kelompok potensial populer serangan jantung.

7. Mudah kembung serta masuk angin adalah gejala sakit jantung
Pendapat ini dapat dibilang mitos tetapi dapat juga dikatakan bukan mitos. Pasalnya, permasalahan semacam ini terbukti tak jarang terjadi di Indonesia. Munawar membahas masyarakat tak sedikit mengalami penyumbatan di arteri left anterior descending (LAD) yang menuju ke tahap depan serta bawah jantung. Dampaknya, penderita bakal merasa semacam masuk angin.

Apapun mitos yang beredar, fakta yang tentu adalah penyakit jantung adalah penyakit ganas yang dapat dicegah. Menjalankan pola nasib sehat diketahui menjadi fakta yang dapat menyelamatkan kamu dari penyakit jantung.

Source: lipstik wardah matte

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tribes WordPress Theme by Compete Themes.