Press "Enter" to skip to content

Sejarah Ibu Kota Kuno Memphis (Mesir)

Nome (dari bahasa Yunani: Νομός, “distrik”) – adalah divisi administratif subnasional Mesir kuno. Pemakaian istilah nome dari bahasa Yunani daripada istilah Mesirnya sepat mulai muncul sejak periode Ptolemaik. Mesir Hilir merupakan bagian paling utara dari Mesir. Daerah ini meliputi wilayah Delta Sungai Nil yang subur, yang membujur dari daerah di sekitar El-Aiyat dan Zawyet Dahshur, selatan Kairo yang ada sekarang, dan Laut Tengah.

Sejarah Kota Memphis

Sejarah Ibu Kota Kuno Memphis (Mesir)
Sejarah Ibu Kota Kuno Memphis (Mesir)

Memphis merupakan kota dan ibu kota Mesir kuno dan pusat penting dari sejarah Mesir. Kota ini terletak di selatan delta Sungai Nil, di tepi barat sungai, dan sekitar 30 kilometer selatan kota Kairo. Kota kuno ini berada tidak jauh dari pyramid Sakkara dan Dashour. Pada tahun 1979, situs arkeologi Memphis ini di tetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Kota Memphis di dirikan sekitar 2925 SM oleh Menes. Memphis merupakan nama versi Yunani sedangkan dalam bahasa Mesir kota ini bernama Men-Nefer. Nama Mesir Kuno nya adalah Inebou-Hedjou (jika di terjemahkan sebagai “white wall atau dinding putih“). Karena kota Memphis di bangun di dataran tinggi sebagai benteng untuk membendung banjir sungai Nil pada masa itu. Sejarahwan Mesir Manetho menyebut Memphis sebagai Hut-ka-Ptah (diambil dari nama dewa, Ptah), yang dalam bahasa Yunani Ai-gy-PTOs, berasal dari bahasa latin AEGYPTVS. Ini sebab nya Mesir dalam bahasa Inggris di namakan Egypt. Istilah Koptik juga di yakini secara etimologis berasal kata ini. Kota Memphis adalah ibukota Mesir selama periode awal dinasti (sekitar 3100 – 2613 SM) dan periode Old Kingdom (2613-2160 SM). Pada periode Middle Kingdom, ibukota Mesir berada di kota Ijtawy di Fayoum sebelum akhir nya pada masa New Kingdom ibukota Mesir pindah ke Luxor. Memphis merupakan kota yang sangat besar, hal ini bisa di lihat dari keberadaan Necropolis (komplek pemakaman) di kawasan Memphis membentang sepanjang 30 km di sepanjang tepi barat Sungai Nil yaitu situs Giza , Sakkara dan Dashour Situs kota kuno Memphis saat ini hanya sedikit saja yang terlihat, karena kebanya kan dari bangunan-bangunan di sana terkubur di bawah lumpur sungai Nil selama ribuan tahun akibat banjir di tambah lagi  bangunan rumah modern yang berdiri di atas nya. Tapi untuk melindungi situs bersejarah ini pemerintah Mesir membuka open air museum di kota Memphis ini.

Perjalanan Menuju Kota Memphis

Cukup dengan menyewa mobil seharga 200 LE, berangkat pagi itu dari rumah di daerah Ma’adi. Sebelum berangkat, survey jalan dulu menuju ke sana melalui peta google. Tapi Memphis tidak kami temukan di peta itu. Namun, dulu pernah melihat peta di buku sejarah Mesir kuno, Memphis berada dalam satu kawasan dengan pyramid Sakkara dan Dashour melewati ring road, setelah menyeberangi jembatan sungai Nil lalu bergerak menyusuri sebelah barat sungai, Upper Egypt road nama nya. Jalan ini merupakan jalan tradisional atau jalan lama sebelum di bangun jalan tol untuk menuju Luxor dan Aswan. Di namakan juga sebagai Agricultural Road karena menyusuri daerah pertanian sepanjang sungai Nil dan jalan satu lagi di namakan Desert Road, karena  melewati gurun pasir. Menyusuri jalan ini tak jauh berbeda dengan suasana di Indonesia terutama di daerah sepanjang pantura Jawa.

Warga sana sulit ditanya tentang Mephis, Memphis terletak dekat Mit Rohina. Nah inilah kata kunci untuk bertanya. Sampai di persimpangan pertama, Dan dapat petunjuk juga akhirnya, menurut orang harus berbelok ke arah barat setelah melewati kota Badrah Syiin, terus ke arah barat sebelum sampai di kota Mit Rohina. Berbeda dengan sebelum nya, jalan ke arah barat menuju Mit Rohina tidak lah mulus, berdebu dan sebagian tidak beraspal. Kita dengan mudah menemukan orang Mesir menaiki kuda dan keledai, banyak tuk-tuk (bajaj) berseliweran yang kadang suka ngawur nyetir nya jadi kita harus lebih hati-hati mengemudi kendaraan di sini.

Open air museum ini sebenar nya tidak terlalu luas, barang-barang yang di simpan di tempat ini juga tidak banyak tapi cukup lah dengan membuat kita takjub pada orang-orang Mesir dari peradaban lampau.  Dan barang-barang yang di simpan di museum Memphis ini adalah benda-benda dari jaman dinasti tengah (sekitar 2000 SM).

Dalam sebuah gedung berukuran sekitar 600 m3 di sebelah kanan pintu masuk, tersimpan sebuah patung  Ramses II berukuran cukup besar dalam posisi ditidurkan (tidak berdiri) tanpa kaki karena patah, beberapa patung kecil dan potongan tiang bangunan juga di simpan dalam gedung ini. Agar bisa  melihat patung Ramses II secara utuh, kita bisa naik ke lantai atas.
Di luar, bangunan paling menonjol adalah patung Sphinx yang serupa dengan sphinx di Giza berukuran lebih kecil dan patung Ramses. Beberapa batu dengan tulisan Hieroglyphs diletakkan di sekitar patung Ramses. Di dalam area museum cukup banyak penjual souvenir, tapi harga yang ditawarkan di sini cukup mahal.

Dan mengenai mesir marilah kita simak sejarah tentang mesir berikut ini :

Mesir

Sejarah Ibu Kota Kuno Memphis
Sejarah Ibu Kota Kuno Memphis

Negeri Mesir. Mesir hanyalah sebuah lembah sungai Nil, satu jalur sempit tanah subur yang membentang di sepanjang kedua tepi sungai dan tertutup oleh pengungan di kedua sisi, dengan panjang lebih dari 700 mil dan lebar 15 mil. Dimana bukit merendah dan mendatar, disitulah Delta dimulai, sebuah dataran luas yang terpotong oleh lengan sungai Nil dan oleh kanal.

Sungai Nil. Setiap tahun pada titik balik matahari musim panas Nil, yang meluap oleh salju meleleh dari Abyssinia, meluapi tanah kering Mesir. Permukaan sungai pun menaik hingga ketinggian 33 meter. Seluruh negeri menjadi sebuah danau dimana desa-desa, yang dibangun di ketinggian tanah. Air surut pada bulan September, dan pada bulan Desember air kembali ke saluran asalnya. Dimana-mana bekas genangan air menjadi lapisan aluvial subur yang menjadi sumber kesuburan. Jika sungai tidak mengalir, Mesir akan kembali, seperti tanah di kedua sisinya, menjadi gurun pasir tandus dimana hujan tidak pernah turun.

Kesuburan Negeri. Mesir benar-benar sebuah oasis di tengah padang pasir Afrika. Negeri ini menghasilkan gandum, kacang, lentil dan semua makanan kacang-kacangan dengan berlimpah; kurma tumbuh sendiri di dalam hutan. Di dalam padang rumput yang teraliri oleh Nil digembalakan sapi dan kambing, juga angsa. Dengan wilayah hampir sama dengan Belgia, Mesir menopang kehidupan 5.500.000 jiwa. Tidak ada negara di Eropa yang begitu padat penduduknya, dan Mesir di zaman kuno lebih pada daripada saat ini.

Penemuan. Tidak semua negara menghasilkan penemuan yang begitu kaya seperti halnya Mesir. Orang Mesir membangun kuburan mereka seperti rumah-rumah, dan di dalamnya meletakkan berbagai jenis benda untuk digunakan si mati seperti perabotan, pakaian, senjata, dan bahan makanan. Seluruh negeri dipenuhi makan dengan perlengkapan sama. Dalam iklim yang sangat kering ini semuanya terawetkan; benda-benda tetap utuh setelah terkubur selama hampir 5.000 tahun. Tidak ada orang kuno yang meninggalkan begitu banyak jejak diri mereka sebagaimana Orang Mesir; tidak ada yang lebih kita kenal daripada mereka.

Ahli tentang Mesir. Sejak Champollion menjelajah Mesir pada tahun 1798-1801 dan berhasil menguak isi hieroglif, banyak sarjana melakukan perjalanan ke Mesir dan mengobrak-abrik negeri itu secara menyeluruh. Mereka menyebut para mahasiswa ini Egyptologist (ahli tentang Mesir), dan mereka dapat ditemukan di setiap negara di Eropa. Di Kairo, Perancis mendirikan sebuah sekolah Egiptologi.

Kerajaan Mesir

Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)
Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)

Kekunoan Bangsa Mesir. Orang Mesir menganggap diri mereka orang-orang tertua di dunia. Sampai penaklukan Persia (520 SM) ada 26 dinasti raja-raja. Yang pertama berkuasa 4.000 tahun, dan selama 40 abad ini Mesir adalah sebuah kerajaan. Ibu kota dinasti kesepuluh (periode Kekaisaran Lama) berada di Memphis di Mesir Hilir, kemudian, di New Empire, di Thebes di Mesir Atas.

Memphis dan Piramida. Memphis, yang dibangun oleh raja pertama Mesir, dilindungi oleh tanggul besar. Desa ini telah ada selama lebih dari 5.000 tahun. Piramida, tidak jauh dari Memphis, sezaman dengan kerajaan tua; mereka adalah makam dari 3 raja dinasti keempat. Piramida yang terbesar, 480 meter, membutuhkan 100.000 tenaga kerja selama 30 tahun. Untuk mengangkat batu-batu piramida itu mereka membangun secara bertahap tangga naik yang dibongkar ketika bangunan sudah selesai.

Peradaban Mesir. Patung-patung, lukisan, dan peralatan yang diambil dari makam zaman ini memberikan bukti adanya orang yang sudah beradab. Ketika semua bangsa terkemuka lainnya dari zaman kuno masih dalam keadaan liar, 3.500 tahun sebelum era kita, orang Mesir sudah lama mengenal cara mengolah tanah, menenun kain, mengolah logam, melukis, membuat patung, dan menulis; mereka memiliki agama yang terlembaga, raja, dan administrasi.

Thebes. Pada dinasti kesebelas Thebes menggantikan Memphis sebagai ibukota. Thebes masih berdiri. Mereka luar biasa, terbentang di kedua tepi sungai Nil, dengan sirkuit sekitar 7 mil. Terdapat serangkaian istana, kuil, dan jajaran sphinx, kuil Amon di Karnak dan Aula Bertiang yang terkenal dan terbesar di dunia, memiliki panjang 334 meter dan lebar 174 meter. Thebes selama 1.500 tahun menjadi ibukota dan kota suci, tepat tinggal raja-raja dan tempat hunian para imam.

Firaun. Raja Mesir, yang disebut Firaun, dipuja sebagai anak dewa Matahari dan inkarnasinya di bumi; keilahian juga dianggap berasal dari dia. Raja sebagai manusia memuja dirinya sebagai Tuhan. Sebagai dewa, Firaun memiliki kekuasaan mutlak atas manusia; sebagai penguasa, ia memberi perintah kepada para bangsawan besar di istana, kepada prajuritnya, dan kepada semua rakyatnya. Tetapi para pendeta, meskipun memuja, mengelilingi, dan mengawasinya; kepala mereka, pendeta besar dari dewa Amon, akhirnya menjadi lebih kuat daripada raja; ia sering memerintah atas nama raja dan sebagai penggantinya.
Rakyat Para Firaun. Raja, para pendeta, para pejuang, para bangsawan, adalah pemilik seluruh Mesir; semua orang lain hanyalah petani mereka yang mengolah tanah bagi mereka. Juru tulis yang melayani raja mengawasi mereka dan mengumpulkan pajak pertanian. Apabila ada salah seorang petani tidak menghasilkan apapun, maka anak buah sang juru tulis akan melemparkannya ke kanal.

Despotisme. Orang Mesir dari dulu sampai sekarang adalah orang yang sangat periang, ceroboh, lembut, jinak, selalu siap untuk tunduk kepada tirani. Diceritakan bahwa seorang musafir Perancis datang ke reruntuhan Thebes dan ia bertanya kepada pemandunya “Bagaimana mereka bisa melakukan semua ini?” Pemandunya pun tertawa terbahak-bahak, kemudian membawakan sebiji kurma, dan berkata “Inilah yang mereka gunakan untuk mencapai semua ini. Kau tahu, Tuan, dengan 100.000 cabang pohon kurma yang disabetkan di punggung mereka yang selalu memiliki bahu telanjang. Anda dapat membangun banyak istana dan beberapa kuil.

Isolasi Bangsa Mesir. Orang Mesir tidak banyak bergerak diluar perbatasan mereka. Karena laut menjadi sumber ketakutan bagi mereka, mereka tidak pernah melakukan perdagangan diluar perbatasan. Mereka sama sekali bukanlah negara militer. Memang benar, raja-raja mereka sering menyewa tentara bayaran untuk menaklukan bangsa sekitar, tetapi mereka tidak pernah melakukan penaklukan besar. Mereka mendapatkan kemenangan yang mereka lukis di dinding istana mereka, lalu membawa pulang para tawanan yang digunakan untuk membangun monumen. Orang asing lebih sering datang ke Mesir daripada orang Mesir pergi ke luar negeri.
Pandangan Religius
Agama Bangsa Mesir. “Orang Mesir adalah orang yang paling religius dari semua orang” kata Herodotus. Tidak ada orang yang begitu saleh seperti orang Mesir, hampir semua lukisan mereka menggambarkan orang sedang berdoa di depan dewa; hampir semua naskah mereka adalah buku-buku agama.

Dewa-dewa Mesir. Dewa utama mereka adalah Dewa Osiris, dewa mataharii, sang pencipta, yang pemurah, “yang mengetahui segala sesuatu, yang ada di awal.” Dewa ini memiliki istri dan anak ilahi. Semua orang Mesir memuja trinitas ini. Selanjutnya, mereka membuat dewa-dewa lain yang berasal dari masing-masing dewa trinitas. Dengan demikian, jumlah dewa meningkat dan agama menjadi lebih rumit.

Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)
Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)

Osiris. Dewa ini memiliki sejarah; yaitu sejarah tentang matahari; karena matahari terlihat oleh bangsa Mesir, sebagaimana oleh sebagian besar orang-orang primitif, sebagai ciptaan yang terkuat, dan konsekuensinya merupakan dewa. Osiris, sang matahari, dibunuh oleh Set, dewa malam; Isis, sang bulan, istrinya, menangis dan mengubur sang suami; Horus, anaknya, sang matahari terbit, membalas dendam dengan membunuh pembunuh ayahnya.

Ammon-ra. Ammon-ra, dewa Thebes, digambarkan melintasi langit setiap hari dengan kulit kayu (“kulit kayu jutaan tahun”); kegelapan orang mati mendorongnya dengan dayung panjang; dewa berdiri di haluan untuk menyerang musuh dengan tombaknya. Selama itu, himne dinyanyikan mereka untuk menghormatinya.

Dewa Berkepala Hewan. Orang Mesir sering menggambarkan Tuhan mereka dengan bentuk manusia, tapi lebih sering dalam bentuk binatang. Setiap dewa memiliki binatangnya; Phtah menjelma dalam kumbang, Horus dalam elang, dan Osiris dalam sapi Apis. Dua figur selalu bersatu dalam seorang manusia dengan kepala hewan atau hewan dengan kepala manusia.

Binatang Keramat. Apa yang ingin digambarkan orang Mesir dengan simbol ini? Orang tidak tahu. Mereka sendiri mulai menganggap keramat hewan yang menggambarkan dewa mereka, seperti, sapi, kumbang, ibis, elang, kucing, buaya. Mereka merawat dan melindungi hewan-hewan itu.

Pemujaan atas Orang Mati. Orang Mesir juga memuja roh-roh orang mati. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki “kembaran” (KA), dan bahwa ketika orang itu sudah mati kembarannya masih bertahan. Oleh karena itu setiap ada orang yang meninggal, mereka membangun “Rumah Kembaran” yang berupa sebuah ruang rendah yang diatur seperti ruang, di mana untuk melayani kembaran ditempatkan segala yang diperlukan.

Pengadilan atas Jiwa. Orang Mesir percaya bahwa jiwa terbang dari badan dan mencari Osiris di bawah bumi, kerajaan di mana matahari tampak setiap hari tenggelam. Disana Osiris duduk di pengadilan, dikelilingi oleh 42 hakim; jiwa muncul di depan ini untuk memberikan pertanggungjawaban atas kehidupan masa lalunya. Tindakannya ditimbang dengan neraca kebenaran, apabila pemeriksaan atas jiwanya buruk akan disiksa selama berabad-abad dan dibinasakan, apabila pemeriksaan atas jiwanya baik akan terbang ke cakrawala, melewati banyak ujian dan bergabung kembali dengan kumpulan pata dewa dan terserap ke dalam mereka.
Mumi. Selama penziarahan ini jiwa mungkin ingin kembali ke dalam tubuh untuk beristirahat disana. Karena itu tubuh harus tetap utuh, sehingga orang Mesir belajar untuk membalsem mayat. Mayat dipenuhi dengan rempah-rempah, kemudian direndam dalam bak mandi natron, dibalut dengan perban dan dalam peti mati dari kayu dibaringkan di dalam kubur berikut segala keperluan yang diperlukan untuk hidupnya.

Buku Kesaksian si Mati. Sebuah buku disimpan bersama mumi, Buku Kesaksian si Mati, yang menjelaskan apa yang harus dikatakan jiwa di dunia lain ketika melakukan pembelaan di depan pengadilan Osiris. Disini kita melihat moralitas Mesir: ketaatan pada upacara, menghormati segala sesuatu yang berkaitan dengan para dewa, ketulusan, kejujuran dan kebaikan.

Karya Seni

Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)
Sejarah Ibu kota kuno Memphis (Mesir)

Industri. Orang Mesir adalah yang pertama berlatih seni yang diperlukan untuk orang-orang beradab. Sejak dinasti pertama, 3.000 tahun SM, orang Mesir sudah tahu cara mengolah emas, perak, perunggu; cara memproduksi senjata dan perhiasan, kaca, tembikar, dan enamel; mereka menenun pakaian dari linen dan wol, dan kain, yang transparan atau disulam dengan emas.   Arsitektur. Mereka adalah seniman tertua di dunia. Mereka membangun monumen-monumen besar yang tampaknya abadi, karena sampai sekarang, waktu belum mampu menghancurkan mereka. Bagi mereka, rumah hanya berfungsi seumur hidup, dan makam untuk selamanya.

Makam. Piramida adalah makam kerajaan. Makam kuno biasanya memiliki bentuk ini. Biasanya raja-raja dan bangsawan yang terkenal yang dikubur di dalam piramida. Dikemudian hari, makam dibangun di bawah tanah, beberapa di bawah bumi, yang lain dipasang pada granit bukit-bukit. Setiap generasi membutuhkan makam yang baru, dan karena itu dekat kota orang yang hidup dibangun kota yang lebih kaya dan lebih besar untuk orang mati (nekropolis

Kuil. Para dewa juga memerlukan kemah abadi dan indah. Kuil mereka termasuk perlindungan megah, tempat tinggal dewa, dikelilingi oleh lapangan, taman, ruang dimana para pendeta tinggal, lemari untuk perhiasannya, perkakas, dan jubah. Piramida, Pylones, colossi, sphinx, dan obelisk menjadi ciri arsitektur ini. Semuanya masif, kokoh, dan sangat besar. Oleh karena itu monumen tampak kaku tapi tidak bisa dihancurkan
Patung. Para pematung Mesir memulai dengan meniru alam. Patung-patung tertua mengesankan bagi kehidupan dan kesegaran mereka, dan tentu saja menggambarkan orang mati. Tetapi sejak dinasti kesebelas pematung tidak bebas lagi menggambarkan sebagaimana ia melihatnya, tetapi harus mengikuti aturan-aturan konvensional yang ditetapkan oleh agama. Seni telah berhenti mereproduksi alam dan menjadi simbol-simbol konvensional.

Lukisan. Orang Mesir menggunakan warna yang sangat pekat; setelah 5.000 tahun wanra tersebut masih segar dan cerah. Tapi, mereka tidak mengetahui cara mewarnai desain; mereka tidak mengenal warna, bayangan, atau perspektif. Lukisan, seperti patung, tunduk pada aturan agama dan karena itu monoton.

Sastra. Sastra orang Mesir ditemukan di makam, tidak hanya buku kedokteran, sihir dan kesalehan, tetapi juga puisi, surat, cerita perjalanan, dan bahkan kisah cinta.

Nasib Peradaban Mesir. Orang Mesir melestarikan adat, agama, dan seni bahkan setelah jatuh nya kerajaan mereka. Hidup dibawah kekuasaan Persia, kemudian Yunani, dan akhirnya Romawi, mereka tetapi mempertahankan penggunaan peradaban kuno, hieroglif, mumi dan hewan suci. Akhir nya antara abad kedua dan ketiga Masehi, peradaban Mesir perlahan padam.

Untuk mengunjungi tempat ini anda bisa memilih paket dalam program Paket Tour Mesir umrohpluscairo.com. Di dalam program itu anda bisa menyusuri tempat-tempat yang bersejarah di mesir.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *