Press "Enter" to skip to content

Penuhi Pajak Dengan Membayar Tarif Baru Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan atau biasanya yang di sebut degan PPh merupakan pajak yang di hitung dari potongan besar gaji maupun tunjangan lainnya yang di terima oleh pegawai. Menghitung pajak penghasilan setiap pekerja satu dengan yang lainnya tentu berbeda.

Jumlah pajak yang harus di bayarkan dari penghasilan berdasarkan pada perolehan dari sebuah perusahaan umumnya sudah langsung di potong dari besar gajinya. Hal ini pula telah di atur pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2008 mengenai perubahan ketiga atas Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 pasal 21 yang biasa di kenal dengan pajak penghasilan atau PPh 21.

Sedangkan untuk PPh 25 menyebutkan pasal yang mengatur tentang aturan wajib pajak yang berisikan menyetorkan pajak apabila menerima pendapatan lebih dari satu lembaga kerja atau memiliki usaha bebas. Untuk PPh 29, menerangkan bahwa mengenai kewajiban wajib pajak untuk membayar hutang pajak dalam satu tahun pajak jika besar hutangnya lebih besar dibandingkan kredit pajak.

Dari ketiga pasal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang atau wajib pajak yang hanya menerima gaji dari satu pemberi kerja tidak di kenakan aturan PPh 25.

Ketika seseorang memiliki kewajiban untuk membayar PPh dan menjadi wajib pajak, maka orang tersebut termasuk pada bagian subjek pajak. Akan tetapi, setiap individu maupun kelompok yang merupakan subjek pajak belum tentu termasuk pada kategori wajib pajak. Gunakan software pajak untuk menghitung secara keseluruhan pajak yang anda bayarkan.

Penuhi Pajak Dengan Membayar Tarif Baru Pajak Penghasilan
Penuhi Pajak Dengan Membayar Tarif Baru Pajak Penghasilan

Subjek pajak sendiri merupakan istilah yang terdapat pada perundangan yang berlaku saat ini DI Indonesia. Apabila subjek pajak mempunyai objek pajak seperti penghasilan maupun property, masa subjek pajak tersebut menjadi wajib pajak.

Penggolongan pajak di bedakan menjadi :

  • Subjek pajak dalam negeri
    • Bagi mereka yang bertempat tinggal di Indonesia
    • Organisasi maupun badan yang didirikan atau bertempat tinggal di Indonesia
    • Warisan yang belum terbagi
  • Subjek pajak luar negeri
    • Individu yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, ataupun berada di Indonesia tidak lebih selama 183 hari dalam kurun waktu 12 bulan serta memilki bentuk usaha tetap di Indonesia.
    • Lembaga yang tidak bertempat di Indonesia dan didirikan di Indonesia namun menjalankan usaha dan kegiatan dalam bentuk usaha tetap di Indonesia.

Dengan adanya informasi diatas, di harapkan setiap individu yang sudah mendapatkan penghasilan untuk bisa membayar pajak tepat pada waktunya agar tidak menjadi hutang pajak yang akan terus menumpuk apabila tidak di bayarkan.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *