Press "Enter" to skip to content

Sejarah Asal Usul Karpet

Istilah “karpet” sendiri berasal dari Bahasa Italia kuno, yaitu “Carpire” yang berarti membului. Kata karpet sendiri biasanya dipakai juga untuk menyebut permadani, yang dimana permadani Persia baru diperkenalkan ke dunia eropa setelah dibukanya jalur perdangangan antara Asia Tengah dengan Eropa barat pada abad ke-17. Keberadaan karpet sendiri pertama kali diketahui berasal dari Asia Tengah, yaitu diantara 3000-2000 sebelum masehi (SM). Karpet tertua yang telah berhasil ditemukan, ditemukan didalam kuburan di lembah Pazyrik yang diperkirakan berasal dari 5-4 abad SM. Sementara itu tumpukan karpet bersimpul tepi tertua ditemukan di semenanjung Anatolia Turki, yang diperkirakan berasal dari masa dinasti Seljuk pada pertengahan pertama abad 13.

Dinasti Seljuk ini sendiri berlokasi di Turki, dan kemudian dinasti seljuk inilah yang menjadi salah satu dinasti yang turut memperkenalkan karpet ke seluruh Eropa. Karpet Turki sendiri muncul dalam beberapa lukisan bangsa eropa, yang dimana karpet dari turki ini menjadi simbol status sosial yang tinggi bagi pemiliknya. Hingga sampai abad 17, seluruh bangsa eropa hanya mengenal karpet sebagai penutup meja atau hiasan dinding saja. Baru pada abad ke-18, karpet mulai menjadi bagian dari interior Eropa sebagai penutup lantai, dan kini karpet modern yang berbahan polyester atau kain nilon menjadi perlengkapan standar di negara-negara empat musim.

Di jaman modern seperti saat ini, karpet telah berkembang pesat sebagai pelengkap ruangan dan sebagai pemanis ruangan dirumah-rumah. Dengan bertambahnya permintaan terhadap karpet yang terus bertambah setiap tahunnya, maka pembuatan karpet juga sudah mulai berkembang pesat dari pembuatan karpet tradisional menjadi pembuatan karpet secara modern. Saat ini cara pembuatan karpet sudah menggunakan mesin yang canggih dan juga sudah menggunakan bahan-bahan sintetis lainnya yang dapat berupa kain plastik ataupun karet. Bahan sintetis sendiri mudah didapatkan dan mudah untuk diolahnya serta memodifikasinya menjadi bermacam-macam bentuk. Berbeda dengan karpet yang dibuat secara tradisional yang harus menggunakan kain, sehingga cukup sulit mengolahnya menjadi bermacam bentuk sesuai dengan keinginan,

Itulah penjelasan singkat mengenai sejarah karpet yang kami ketahui, dan apabila anda tertarik untuk membeli karpet dan sedang mencari tempat yang tepat untuk membeli karpet, anda dapat mengunjungi website yang menjual karpet.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *