Press "Enter" to skip to content

WOW! Indonesia akan menjadi Pusatnya Fashion Dunia

Pada saat pemerintah Indonesia sedang mencanangkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat mode Muslim di tingkat Asia pada tahun 2018 dan selanjutnya pada tingkat dunia saat tahun 2020. Hingga saat ini, ekspor busana Muslim Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Cina & India.

Indonesia saat ini tercatat sbg. negara dengan populasi muslim terbesar yang sebanyak 85% penduduknya beragama Islam. Dengan banyak jumlah demografi tersebut ini, pastinya wanita yang berhijab akan sangat mudah bisa ditemui di mana-mana.

Manurut bahasa, hijab sendiri mempunyai makna sebagai penutup. Hijab bukan hanya sebatas segala hal yang menutup kepala, lalu rambut, dan tubuh bagian atas saja. Akan tetapi, hijab itu mencakup semua yang menutupi aurat. Aurat lekuk tubuh wanita dan perhiasan wanita yang berasal dari ujung rambut sampai kaki. Lihat Hijab Bolak Balik

Di Indonesia, selain perihal kewajiban menutup aurat, hijab & busana muslim berkembang dan akan maju menjadi gerakan fashion tersendiri. Saat ini, hijab menanggalkan image sederhananya, karakteristik dan modal gaya berpakaian wanita muslimah Indonesia sudah menjadi semakin stylish, yang penuh warna, dan juga dihiasi banyak aksesoris. Hingga desainer busana muslim Indonesia yaitu Anniesa Hasibuan telah menjadi orang pertama yang tampil dengan koleksi islami yang pada acara fashion paling bergengsi dan dikagumi di dunia, New York Fashion pada minggu awal tahun 2017 ini. Wow banget ya..

Lima Tantangan
Ada 5 tantangan agar mimpi Indonesia menjadi ikon fashion muslim mata dunia. Hal ini pun diakui oleh Euis yang mengatakan bahwa Indonesia mempunyai setidaknya 5 tantangan untuk mengembangakan industri fashion-nya, yakni teknologi, bahan baku, pemasaran, kemampuan SDM, dan modal.

“Kita masih sangat tergantung dari impor seperti katun dan sutra. Setelah ada virus yang menyerang kepompong sutra, saat ini bahkan kita harus mengimpor benang atau kain sutra tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, IKM pada saat ini juga masih mengerjakan produknya menggunakan teknologi yang sangat sederhana. Hal ini dikarenakan masalah modal & kemampuan SDM-nya yang tidak serius dalam menggeluti bisnis fashion.

“Masih banyak yang membuat barang hanya karena hobi/ ikut-ikutan tanpa memiliki basis pengetahuan yang cukup. Mereka juga kerap kebingungan akan dijual kemana hasilnya.”

Untuk mengatasi hal tsb., menurutnya saat ini pemerintah sudah melakukan peran-perannya dalam mensubsidi baik pengadaan bahan baku juga maupun mesin untuk teknologi. Sedangkan, untuk meningkat kemampuan & pengetahuan IKM, telah dilakukan pelatihan-pelatihan agar kualitas produknya mampu dan bisa memenuhi pasar dunia. Lihat Hijab Aulia

Dalam mengatasi masalah pemasaran (marketing), kementrian perindustrian memberikan sekitar Rp 1 milyar hingga Rp 2 milyar untuk penyewaan booth pada acara bazar-bazar, serta dibantu juga pemasarannya ke luar negeri. “Permasalahan modal saat ini bisa diatasi dengan pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan juga ada modal ventura,” ujarnya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tribes WordPress Theme by Compete Themes.