Press "Enter" to skip to content

Sejarah Waduk Kedung Ombo, Curhatan Penduduk

Sejarah Waduk Kedung Ombo

Pada sekitar abad ke-19 tepatnya tahun 1985 pemerintah mempunyai rencana untuk membangun waduk baru di Jawa Tengah sebagai sumber pembangkit tenaga listrik yang mampu menghasilkan 22,5 megawatt dan diharapkan dapat menampung air untuk kepentingan 70 hektar sawah disekitarnya.

sejarah waduk kedung ombo
Gambar sejarah waduk kedung ombo

Pembangunan Waduk Kedung Ombo ini dibiayai USD 156 juta berasal dari Bank Dunia, USD 25,2 juta berasal dari Bank Exim Jepang, dan APBN, di awali tahun 1985 hingga bersama dengan tahun 1989.

Bencana Waduk pada 14 Januari 1989 telah menenggelamkan 37 buah desa, 7 buah kecamatan di 3 kabupaten berbeda, yakni Sragen, Boyolali, Grobogan. Kurang lebih, sebanyak 5268 keluarga kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini.

Kasus Kedung Ombo

Ketika sebagian warga telah meninggalkan desa, masih tersisa 600 keluarga yang masih bertahan dikarenakan tukar rugi yang mereka terima sangatlah sedikit. Mendagri Soeparjo Rustam memperlihatkan gantirugi Rp 3.000,-/m², tetapi warga dipaksa terima Rp 250,-/m².

Warga yang bertahan-pun mengalami intimidasi, teror serta kekerasan fisik berkelanjutan akibat perlawanan mereka pada proyek tersebut. Pemerintah memaksa para warga untuk menyetujui hal tersebut dan bekerja sama, akibatnya warga yang bertahan dilokasi terpaksa tinggal ditengahgenangan air.

sejarah waduk kedung ombo jebol
Ilustrasi sejarah waduk kedung ombo jebol

Romo Mangun bersama dengan Romo Sandyawan dan K.H. Hammam Ja’far, pengasuh pondok pesantren Pebelan Magelang mendampingi para warga yang masih bertahan di lokasi, dan membangun sekolah darurat untuk setidaknya 3500 anak-anak, serta membangun fasilitas seperti rakit untuk transportasi warga yang sebagian desanya telah menjadi danau.

Waduk ini setelah itu diresmikan oleh Presiden Soeharto, tanggal 18 Mei 1991, dan warga senantiasa berjuang menuntut haknya atas tukar rugi tanah yang layak.

Pada tahun 2001, warga yang tergusur tersebut menuntut Gubernur JaTeng untuk mengulas kembali masalah Kedung Ombo dan diadakan negosiasi ulang untuk ganti-rugi tanah. Akan tetapi, Pemda Propinsi dan Kabupaten bersikeras bahwa masalah penggantian rugi tersebut telah selesai.

Kegunaan Waduk Kedung Ombo

Seiring bersama dengan dibangunya Waduk Kedung Ombo tentu direncanakan untuk mempunyai banyak fungsi, dan kegunaan-kegunaan berasal dari waduk kedung ombo adalah :

  1. Untuk didirikannya pembangkit tenaga listrik berkekuatan 22,5 megawatt.
  2. Untuk sumberirigasi yang mengairi 70 hektar sawah disekitarnya.
  3. Sebagai Area Wisata

Waduk kedung ombo merupakan sebuah waduk yang mempunyai fungsi sebagai area wisata, kebanyakan di akhir pekan banyak keluarga-keluarga yang menghabiskan tepat akhir pekan mereka di waduk kedung ombo.

Dan yang paling ramai adalah kala lebaran ketupat kebanyakan disana diadapan pertunjukan seni dangdut yang sudah pasti membuat daya tarik para warga disekitar waduk kedung ombo.

Dilansir dari situs duniasejarah.com yang mengatakan juga bahwa akses menuju waduk kedung ombo termasuk tidak susah, bisa di tempuh bersama dengan kendaraan bis umum jurusan Purwodadi-Solo.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tribes WordPress Theme by Compete Themes.