Press "Enter" to skip to content

Kelinci Bligon, Kelinci Australia bukan dari Australia

Di Indonesia ini, kelinci sudah jadi sobat bagi manusia. Kelinci biasa dipelihara di tumah sebagai rekan bermain aatu untuk hiburan di saat kita letih dalam meniti kesibukan sehari – hari. Kelinci ini mempunyai banyak sekali ragam atau variasi yang tersebar di semua belahan dunia.

Menurut situs kelincipedia.com , di Indonesia juga termasuk banyak macam – macam kelinci, diantaranya kelinci lokal, kelinci anggora, kelinci rex, dan yang paling tenar adalah kelinci Australia.

Kelinci Australia adalah jenis kelinci yang paling banyak dicari dan dimiliki oleh orang Indonesia. Kelinci bertubuh gempal ini biasa dijadikan peliharaan dikarenakan terlihat imut dan lucu. Tak sedikit pula masyarakat yang mencari kelinci australia ini untuk dijadikan bahan makanan layaknya dibuat sate, tongseng, maupun gulai.

Kelinci australia ini banyak sekali dicari oleh penduduk terutam orang awam untuk dijadikan peliharaan. Ada satu fakta yang  yang dapat memicu Anda tercengang. Daripada Anda makin penasaran marilah kita ulas bersama fakta yang akan kita ceritakan kali ini.

Kelinci Endemik Australia

Tahukah Anda bahwa Australia tidak mempunyai hewan endemik berbentuk kelinci. Dua di antara hewan endemik australia adalah kanguru dan koala. Kedua binatang ini memang hewan endemik alias asli berasal dari Australia. Lalu darimana kelinci australia ini berasal? mari kita telusuri.

Sejarah dan Fakta Kelinci Australia

Pada zaman dahulu, bangsa kulit putih yang mampir ke Australia untuk menguasai negara benua tersebut dulu membawa kelinci berasal dari negara asalnya. Kelinci yang dibawa ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan mereka untuk bertahan hidup di Australia pada saat itu.

Namun naas, populasi kelinci yang dibawa oleh bangsa kulut ini makin banyak dikarenakan kelinci gampang sekali dalam berkembang biak. Hingga kelanjutannya populasi kelinci meledak di Australia.

kelinci bligon
Gambar kelinci bligon

Meledaknya populasi kelinci ini memicu ketidakseimbangan ekositem yang tersedia di sana. Banyak sekali kerugian yang diderita oleh penduduk akibat berasal dari membludaknya populasi kelinci di benua Australia.

Pihak yang berwenang pun mencari cara yang efisien untuk dapat mengendalikan populasi kelinci australia ini. seiring waktu para ilmuwan coba beragam cara untuk dapat mengendalikan populasi kelinci tetapi belum menemukan keberhasilan.

Akhirnya pada suatu waktu ilmuwan di negara kanguru tersebut menemukan sebuah formula jitu untuk dapat mengendalikan populasi kelinci yang sudah membabi buta di australia. Ilmuwan menyuntikkan sebuah formula bernama virus myxomatosis. Virus myxomatosis yang disuntikkan ke tubuh kelinci ini memicu tumbuhnya sel kanker dan tumor di sel – sel tubuh kelinci.

Virus ini terlalu gampang menyebar berasal dari kelinci yang satu ke kelinci lainnya. Bertahun setelah virus myxomatosis itu pertama kali disuntikkan ke tubuh kelinci, perlahan perkembangan populasi kelinci di Australia ini dapat terkendali. Hingga kini kelinci yang tersedia di Australia disebut masih terinfeksi virus tersebut.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tribes WordPress Theme by Compete Themes.